Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Kurikulum Merdeka? Ini 5 Tanya Jawab Penjelasannya

Apa Itu Kurikulum Merdeka? Ini 5 Tanya Jawab Penjelasannya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Studi, serta Teknologi( Kemendikbudristek) baru- baru ini meluncurkan Kurikulum Merdeka. Kurikulum yang lebih dahulu bernama Kurikulum Prototipe ini diperuntukan buat memulihkan pendidikan pascapandemi Covid- 19.

Di mana, pada masa pandemi Covid- 19 krisis pendidikan yang terdapat menjadikan pembelajaran terus menjadi tertinggal dengan hilangnya pendidikan( learning loss). Ditambah meningkatnya kesenjangan pendidikan antarwilayah serta antarkelompok sosial- ekonomi.

Apa Itu Kurikulum Merdeka


Dalam penjelasan pers dikala meluncurkan Kurikulum Merdeka pada Jumat( 11/ 2), Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menarangkan, semenjak Tahun Ajaran 2021/ 2022 Kurikulum Merdeka sudah diuji coba di nyaris 2. 500 sekolah. Sekolah- sekolah tersebut menjajaki Program Sekolah Penggerak( PSP) serta 901 Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Pusat Keunggulan( Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) PK) selaku bagian dari pendidikan dengan paradigma baru.

Apa Itu Kurikulum Merdeka? Ini 5 Tanya Jawab Penjelasannya

Kurikulum ini diterapkan mulai dari TK- B, SD& SDLB kelas I serta IV, SMP& SMPLB kelas VII, SMA& SMALB serta Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) kelas X. Berikutnya, Kurikulum Merdeka ini diharapkan dapat mulai digunakan mulai tahun ajaran 2022/ 2023 di jenjang TK, SD, SMP, sampai SMA.

Selaku data, dikala ini terdapat 3 kurikulum pembelajaran yang masih berlaku serta diterapkan. Awal merupakan Kurikulum 2013 secara penuh, kedua merupakan Kurikulum Darurat– ialah Kurikulum 2013 yang disederhanakan, serta ketiga merupakan Kurikulum Merdeka.

Dalam pemulihan pendidikan dikala ini, kata Nadiem, satuan pembelajaran diberikan kebebasan memastikan 3 kurikulum yang hendak diseleksi, ataupun dengan kata lain tidak dipaksakan.“ Buat itu, pemerintah hendak mempersiapkan angket buat menolong satuan pembelajaran memperhitungkan tahapan kesiapan dirinya memakai Kurikulum Merdeka,” ucap Nadiem dilansir dari luncurkan pers yang dikeluarkan.

Kemudian, sesungguhnya apa itu kurikulum merdeka?

Dilansir dari halaman web kemdikbud. go. id, ada 5 persoalan serta jawaban yang paling tidak dapat mewakili uraian tentang seluruh perihal menimpa Kurikulum Merdeka. Mulai dari penafsiran, implementasi, sampai kriteria sekolah yang dapat mempraktikkan kurikulum baru ini.

1. Apa itu Kurikulum Merdeka?

Penafsiran Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pendidikan intrakurikuler yang bermacam- macam di mana konten hendak lebih maksimal supaya partisipan didik mempunyai lumayan waktu buat mendalami konsep serta memantapkan kompetensi.

Jadi, dalam kurikulum ini nantinya guru mempunyai keleluasaan buat memilah bermacam fitur ajar sehingga pendidikan bisa disesuaikan dengan kebutuhan belajar serta atensi partisipan didik.

2. Kenapa Kurikulum Merdeka dibutuhkan?

Banyak riset, baik nasional ataupun internasional, menampilkan kalau Indonesia sudah hadapi krisis pendidikan( learning crisis) yang lumayan lama. Studi- studi tersebut menampilkan, banyak dari kanak- kanak Indonesia yang tidak sanggup menguasai teks simpel ataupun mempraktikkan konsep matematika bawah.

Dari penemuan itu pula pula diperlihatkan kesenjangan pembelajaran yang curam di antarwilayah serta kelompok sosial di Indonesia. Kondisi ini setelah itu terus menjadi parah akibat merebaknya pandemi Covid- 19. Buat menanggulangi krisis serta bermacam tantangan tersebut, hingga membutuhkan pergantian yang sistemik, salah satunya lewat kurikulum.

Kurikulum memastikan modul yang diajarkan di kelas. Kurikulum pula pengaruhi kecepatan serta tata cara mengajar yang digunakan guru buat penuhi kebutuhan partisipan didik. Buat seperti itu Kemendikbudristek meningkatkan Kurikulum Merdeka selaku bagian berarti dalam upaya memulihkan pendidikan dari krisis yang telah lama kita natural.

3. Apa pergantian ini tidak sangat kilat? Kesannya semacam“ Ubah Menteri Ubah Kurikulum”.

Dibutuhkan uraian saat sebelum berdialog tentang pergantian kurikulum. Terdapat perbandingan antara kerangka kurikulum nasional serta kurikulum tingkatan satuan pembelajaran. Kurikulum nasional merupakan kurikulum yang diresmikan pemerintah selaku acuan para guru buat menyusun kurikulum di tingkatan satuan pembelajaran.

Sebaliknya, kurikulum tingkatan satuan pembelajaran merupakan kurikulum yang sepatutnya secara periodik dievaluasi serta diperbaiki supaya cocok dengan pergantian ciri partisipan didik dan pertumbuhan isu kontemporer.

Kerangka kurikulum nasional wajib membagikan ruang inovasi serta kemerdekaan, sehingga bisa serta wajib dibesarkan lebih lanjut oleh tiap- tiap sekolah. Jadi, intinya kerangka kurikulum nasional sepatutnya relatif senantiasa, tidak kilat berganti, tetapi dapat dimungkinkan buat menyesuaikan diri serta pergantian yang kilat di tingkatan sekolah.

Inilah yang dicoba Kemendikbudristek dengan merancang Kurikulum Merdeka. Kenyataannya, laju pergantian kurikulum nasional sesungguhnya tidak sangat kilat, apalagi melambat. Bila dicermati, semenjak ditetapkannya UU Nomor. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pembelajaran Nasional, laju pergantian kurikulum melambat dari KBK di tahun 2004, KTSP di tahun 2006, serta yang terakhir merupakan Kurikulum 2013( K- 13) di tahun 2013.

Kurikulum Merdeka baru hendak jadi kurikulum nasional pada tahun 2024. Dengan kata lain, pergantian selanjutnya baru hendak terjalin sehabis kurikulum yang lebih dahulu( K- 13) diterapkan sepanjang 11 tahun serta melewati paling tidak 4 menteri pembelajaran. Hingga, kenyataan ini mematahkan pemeo“ Ubah Menteri, Ubah Kurikulum”.

4. Kenapa Kurikulum Merdeka dijadikan opsi? Kenapa tidak langsung diresmikan buat seluruh sekolah?

Ada 2 tujuan utama yang mendasari kebijakan. Awal, pemerintah, dalam perihal ini Kemendikbudristek, mau menegaskan kalau sekolah mempunyai kewenangan serta tanggung jawab buat meningkatkan kurikulum yang cocok kebutuhan serta konteks tiap- tiap sekolah.

Kedua, dengan kebijakan opsi kurikulum ini, proses pergantian kurikulum nasional harapannya bisa terjalin secara mudah serta bertahap. Pemerintah mengemban tugas buat menyusun kerangka kurikulum. Sebaliknya, gimana kurikulum tersebut diterapkan ialah tugas sekolah serta otonomi untuk guru.

Guru selaku pekerja handal mempunyai kewenangan bekerja secara otonom, dengan berlandaskan ilmu pembelajaran. Sehingga, kurikulum antar sekolah dapat serta sepatutnya berbeda, cocok dengan ciri murid serta keadaan sekolah, dengan senantiasa mengacu pada kerangka kurikulum yang sama.

Pergantian kerangka kurikulum menuntut menyesuaikan diri oleh seluruh elemen sistem pembelajaran. Proses tersebut memerlukan pengelolaan yang teliti sehingga menciptakan akibat yang kita mau, ialah revisi mutu pendidikan serta pembelajaran di Indonesia.

Oleh sebab itu, Kemendikbudristek membagikan opsi kurikulum selaku salah satu upaya manajemen pergantian. Pergantian kurikulum secara nasional baru hendak terjalin pada 2024. Kala itu, Kurikulum Merdeka telah lewat iterasi revisi sepanjang 3 tahun di bermacam- macam sekolah/ madrasah serta wilayah. Pada tahun 2024 hendak terdapat lumayan banyak sekolah/ madrasah di masing- masing wilayah yang telah menekuni Kurikulum Merdeka serta nantinya dapat jadi mitra belajar untuk sekolah/ madrasah lain.

5. Apa kriteria sekolah yang boleh mempraktikkan Kurikulum Merdeka?

Kriterianya terdapat satu, ialah berminat mempraktikkan Kurikulum Merdeka buat membetulkan pendidikan. Kepala sekolah/ madrasah yang mau mempraktikkan Kurikulum Merdeka hendak dimohon buat menekuni modul yang disiapkan oleh Kemendikbudristek tentang konsep Kurikulum Merdeka.

Sehabis menekuni modul tersebut serta sekolah memutuskan buat berupaya menerapkannya, hingga sekolah hendak dimohon buat mengisi formulir registrasi serta suatu survei pendek. Jadi, prosesnya merupakan registrasi serta pendataan, bukan pilih.

Jadi kesediaan kepala sekolah/ madrasah serta guru dalam menguasai serta mengadaptasi kurikulum di konteks tiap- tiap jadi kunci keberhasilan. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka bisa diterapkan di seluruh sekolah/ madrasah, tidak terbatas di sekolah yang mempunyai sarana yang bagus serta di wilayah perkotaan.

Jadi, tidak terdapat pilih dalam proses registrasi ini. Kemendikbudristek nantinya hendak melaksanakan pemetaan tingkatan kesiapan serta mempersiapkan dorongan yang cocok kebutuhan.

Nah itulah Apa Itu Kurikulum Merdeka? Ini 5 Tanya Jawab Penjelasannya. Semoga dengan adanya Informasi Apa Itu Kurikulum Merdeka? Ini 5 Tanya Jawab Penjelasannya dapat membantu ibu bapak dan ibu guru. Salam guru hebat.

Posting Komentar untuk "Apa Itu Kurikulum Merdeka? Ini 5 Tanya Jawab Penjelasannya"